Video yang bagus bukan hanya soal kamera yang mahal, tapi soal **komposisi**—cara Anda menata subjek dan elemen visual di dalam *frame*. Komposisi yang baik akan memandu mata penonton dan menceritakan kisah dengan lebih efektif.
Dalam DKV, terutama saat membuat film pendek atau video profil, menguasai teknik dasar komposisi adalah wajib.
5 Teknik Komposisi Video Esensial
-
1. Rule of Thirds (Aturan Sepertiga)
Ini adalah teknik komposisi paling fundamental. Bayangkan layar Anda dibagi menjadi 9 kotak yang sama besar (grid 3x3). Teknik ini menyarankan Anda untuk menempatkan subjek utama atau *point of interest* di **titik persimpangan** atau di sepanjang garis-garis tersebut, bukan tepat di tengah. Ini menciptakan visual yang lebih dinamis dan seimbang.
-
2. Leading Lines (Garis Penuntun)
Gunakan garis-garis alami yang ada di lingkungan (seperti jalan, pagar, sungai, atau koridor) untuk "menuntun" mata penonton menuju subjek utama Anda. Ini menciptakan ilusi kedalaman (depth) dan membuat *shot* terasa lebih terstruktur.
-
3. Framing (Pembingkaian)
Gunakan elemen di latar depan (seperti jendela, pintu, lengkungan, atau dahan pohon) untuk menciptakan "bingkai alami" di dalam *frame* video Anda. Ini menambah kedalaman, konteks, dan mengisolasi subjek utama agar lebih fokus.
-
4. Headroom (Ruang Kepala)
Saat merekam orang, *headroom* adalah jarak vertikal antara bagian atas kepala subjek dan bagian atas *frame*. Anda harus memberi *headroom* yang pas—tidak terlalu sempit (terkesan sesak/terpotong) dan tidak terlalu lebar (subjek "tenggelam").
-
5. Shot Size (Ukuran Shot)
Mengganti-ganti ukuran *shot* sangat penting untuk bercerita. Tiga yang utama adalah:
- Long Shot (Wide Shot): Menampilkan seluruh subjek dari kepala sampai kaki, biasanya untuk menunjukkan lokasi/setting.
- Medium Shot: Menampilkan subjek dari pinggang ke atas. Ideal untuk dialog atau interaksi.
- Close Up: Hanya menampilkan wajah. Ideal untuk menunjukkan emosi yang kuat.
Uji Pemahaman: Komposisi Video
A. Contoh Soal dan Jawaban
Klik soal di bawah ini untuk melihat jawabannya.
Alasan: Menempatkan *point of interest* (dalam hal ini, mata) di sepanjang garis sepertiga atas adalah praktik standar untuk menciptakan komposisi yang kuat dan menarik secara visual.
Alasan: *Close Up* (hanya wajah) atau *Extreme Close Up* (hanya mata/mulut) adalah cara paling kuat untuk mengisolasi dan menyampaikan emosi yang intens kepada penonton.
B. Soal Latihan Mandiri
Coba jawab pertanyaan berikut untuk menguji pengetahuan Anda:
- Apa yang dimaksud dengan "Leading Lines" dan berikan satu contohnya?
- Apa yang terjadi jika Anda memberikan *headroom* yang terlalu banyak (terlalu lebar)?
- Jelaskan apa itu "Framing" dalam videografi!