Geografi Pariwisata adalah studi tentang lokasi, iklim, lanskap, dan bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi aktivitas wisata. Bagi staf *travel agent* (ULP), pemahaman geografi paling krusial adalah **Zona Waktu**.
Kesalahan menghitung zona waktu dapat berakibat fatal: tamu bisa ketinggalan pesawat, jadwal tur berantakan, dan *travel agent* bisa dituntut. Semua perhitungan jadwal penerbangan dan tur *wajib* menggunakan **Waktu Lokal (Local Time)** destinasi.
Klasifikasi 1: Zona Waktu Indonesia
Indonesia terbentang luas dan dibagi menjadi 3 Zona Waktu berdasarkan Garis Bujur:
| Zona Waktu | Patokan UTC/GMT | Selisih | Wilayah (Contoh Utama) |
|---|---|---|---|
| WIB (Waktu Indonesia Barat) | UTC +7 | - | Sumatera, Jawa, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah. (Cth: Jakarta, Medan, Surabaya). |
| WITA (Waktu Indonesia Tengah) | UTC +8 | +1 jam dari WIB | Sulawesi, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur. (Cth: Denpasar, Makassar). |
| WIT (Waktu Indonesia Timur) | UTC +9 | +2 jam dari WIB | Maluku, Papua. (Cth: Ambon, Jayapura, Raja Ampat). |
UTC (Coordinated Universal Time) atau GMT (Greenwich Mean Time) adalah patokan waktu "nol" (0) dunia yang berada di London, Inggris. UTC+7 berarti "7 jam lebih cepat dari London".
Klasifikasi 2: Geografi Destinasi Populer
Seorang staf ULP harus hafal di luar kepala lokasi dan zona waktu destinasi utama, terutama "10 Bali Baru" (program pemerintah).
- Danau Toba (Sumatera Utara) -> WIB (UTC+7)
- Tanjung Lesung (Banten) -> WIB (UTC+7)
- Kepulauan Seribu (DKI Jakarta) -> WIB (UTC+7)
- Candi Borobudur (Jawa Tengah) -> WIB (UTC+7)
- Gunung Bromo (Jawa Timur) -> WIB (UTC+7)
- Mandalika (Lombok, NTB) -> WITA (UTC+8)
- Labuan Bajo (Flores, NTT) -> WITA (UTC+8)
- Wakatobi (Sulawesi Tenggara) -> WITA (UTC+8)
- Likupang (Sulawesi Utara) -> WITA (UTC+8)
- Morotai (Maluku Utara) -> WIT (UTC+9)
Masalah: Tamu (dari Jakarta-WIB) memesan tiket pesawat rute Jakarta (CGK) -> Bali (DPS). Di tiket tertulis:
Berangkat (CGK): 10.00
Tiba (DPS): 12.45
Tamu mengira lama penerbangannya 2 jam 45 menit.
Penjelasan (Solusi oleh Staf ULP):
1. Kesalahan: Tamu lupa bahwa Bali (WITA) 1 jam lebih cepat dari Jakarta (WIB).
2. Fakta: Waktu 12.45 adalah Waktu Lokal Bali (WITA). Jika dikonversi ke WIB, jam 12.45 WITA = 11.45 WIB.
3. Kesimpulan: Lama penerbangan sebenarnya adalah dari 10.00 WIB ke 11.45 WIB, yaitu **1 jam 45 menit**, bukan 2 jam 45 menit.
4. Dampak: Kesalahan ini fatal jika tamu memesan tiket lanjutan (connecting flight).
Siswa berperan sebagai *Tour Planner*.
Skenario: Tamu ingin tur 3 hari 2 malam dari Jakarta (WIB) ke Labuan Bajo (WITA).
Tugas Siswa (Analisis Jadwal):
1. Penerbangan: Penerbangan pagi dari Jakarta (CGK) jam 06.00 WIB.
2. Perhitungan: Lama terbang 2 jam 10 menit. 06.00 WIB + 2j 10m = 08.10 WIB.
3. Konversi: Jam 08.10 WIB dikonversi ke waktu setempat. 08.10 WIB = 09.10 WITA.
4. Itinerary (Benar): "09.10: Tiba di Bandara Komodo (LBJ), Labuan Bajo. Penjemputan oleh tim kami."
5. Itinerary (Salah): Menulis "08.10: Tiba di Labuan Bajo." (Ini akan membuat *guide* lokal salah jadwal jemput).
Uji Pemahaman: Geografi Wisata
A. Studi Kasus dan Jawaban
Klik soal di bawah ini untuk melihat jawabannya.
Alasan: WIT (UTC+9) adalah 2 jam lebih cepat daripada WIB (UTC+7). (10.00 + 2 jam = 12.00).
B. Soal Latihan Mandiri
Coba jawab pertanyaan berikut untuk menguji pengetahuan Anda:
- Sebutkan 3 zona waktu di Indonesia dan patokan UTC/GMT-nya!
- Sebutkan 3 destinasi wisata super prioritas yang berada di zona WIB!
- Penerbangan dari Makassar (WITA) jam 14.00, tiba di Jakarta (WIB) jam 15.00. Berapa lama penerbangan sebenarnya?