Bagi penumpang, layanan maskapai dimulai saat mereka *check-in* dan berakhir saat mereka mengambil bagasi. Semua aktivitas di darat ini (sebelum terbang dan setelah mendarat) disebut **Ground Handling** atau **Pelayanan Darat**.
Profesional ULP sering bekerja sebagai *Ground Staff* (Staf Darat) maskapai. Tugas mereka sangat krusial, sensitif terhadap waktu, dan berfokus pada keselamatan serta ketepatan waktu (*on-time performance*).
Alur Proses Keberangkatan (Departure)
Ini adalah alur kerja utama seorang *Ground Staff*:
-
1. Check-in Counter
Ini adalah titik kontak pertama. Petugas (*Check-in Agent*) bertugas:
- Memverifikasi identitas (KTP/Paspor) dan tiket (PNR).
- Menimbang bagasi terdaftar (*checked baggage*).
- Memasang *baggage tag* (label bagasi) ke koper.
- Menerbitkan **Boarding Pass** (dokumen izin masuk pesawat).
- Menginformasikan nomor *gate* (pintu) dan jam *boarding*.
-
2. Baggage Handling (Penanganan Bagasi)
Setelah koper diberi label, koper masuk ke *conveyor belt* dan ditangani oleh tim *Baggage Handling*.
Tugas: Memastikan koper yang sudah di-tag tersebut (disebut *Baggage Tag Number* / BTN) dimuat (*loading*) ke lambung pesawat yang benar. Mereka juga bertanggung jawab untuk *unloading* (membongkar) bagasi saat tiba. -
3. Boarding Gate (Pintu Keberangkatan)
Ini adalah titik kontak terakhir sebelum masuk pesawat. Staf di *gate* bertugas:
- Mengumumkan panggilan *boarding* (memanggil penumpang masuk).
- Mengatur antrean (zona prioritas).
- Memeriksa dan menyobek *Boarding Pass*.
- Melakukan *final check* dokumen.
Siswa berperan sebagai *Check-in Agent*.
Skenario: Tamu (Siswa A) datang ke konter, membawa 1 koper besar dan 1 tas ransel.
Tugas Staf (Siswa B):
1. Greeting: "Selamat pagi, Pak. Mohon KTP dan tiketnya."
2. Verifikasi: (Mengecek PNR di sistem) "Baik, Bapak Budi, penerbangan ke Surabaya jam 10.00."
3. Baggage: "Mohon letakkan kopernya di timbangan. ... (Setelah ditimbang) Koper Anda 23kg. Untuk tas ransel mau dibawa ke kabin?"
4. Regulasi: "Pak, jatah bagasi gratis Bapak 20kg. Ada kelebihan 3kg. Apakah Bapak mau membayar kelebihan bagasi (*excess baggage*), atau ada barang yang mau dikurangi?"
5. Boarding Pass: (Setelah masalah bagasi selesai) "Ini *Boarding Pass*-nya. Pintu keberangkatan di Gate 5, waktu *boarding* jam 09.30. Terima kasih."
Masalah: Penumpang transit. Rute: Jakarta (CGK) -> Singapura (SIN) -> London (LHR). Penumpang bertanya, "Apakah saya harus ambil koper saya di Singapura?"
Solusi (Penanganan oleh Check-in Agent):
1. Cek Sistem: Periksa apakah kedua penerbangan (CGK-SIN dan SIN-LHR) berada dalam satu PNR/Kode Booking yang sama dan merupakan maskapai aliansi (cth: sama-sama Singapore Airlines).
2. Jika YA (Satu PNR): "Tidak perlu, Pak/Bu. Bagasi Anda sudah kami *check-through* (label) langsung sampai ke tujuan akhir, London (LHR). Nanti di Singapura Bapak bisa langsung ke ruang tunggu transit."
3. Jika TIDAK (Beda PNR/Beli tiket terpisah): "Mohon maaf, Pak/Bu. Karena tiketnya terpisah, Bapak **wajib** melewati imigrasi di Singapura, mengambil bagasi, lalu *check-in* ulang di konter maskapai tujuan London."
Uji Pemahaman: Ground Handling
A. Studi Kasus dan Jawaban
Klik soal di bawah ini untuk melihat jawabannya.
Alasan: Tiket (E-Ticket) hanya bukti pembelian. *Boarding Pass* adalah bukti bahwa Anda sudah *check-in* dan dikonfirmasi untuk terbang, berisi nomor kursi dan *gate*.
Alasan: Penumpang harus membayar biaya tambahan (biasanya dihitung per kg) untuk kelebihan tersebut.
B. Soal Latihan Mandiri
Coba jawab pertanyaan berikut untuk menguji pengetahuan Anda:
- Sebutkan 3 alur utama dalam proses *Ground Handling* keberangkatan!
- Apa fungsi dari *Baggage Tag* yang dipasang di koper?
- Apa yang dimaksud dengan *check-through* bagasi?